Sabtu, 15 Oktober 2016

Ilmu Budaya Dasar 2



Contoh potensi diri yang ada dalam diri saya sendiri :

  Nama saya Tania Marsya Putri, lahir di Jakarta Timur pada tanggal 10 Maret 1998. Saya merupakan anak tunggal, tinggal di daerah Kranji, Bekasi Barat. Saya berasal dari TK Pertiwi, SDN Jakasampurna III, Kranji, SMPN 12 Bekasi, dan SMA Tunas Jakasampurna, Galaksi, Bekasi Selatan. Sekarang saya kuliah di Universitas Gunadarma kampus J1, Kalimalang. Saya mengambil jurusan Manajemen S1. Awalnya jika diterima di ptn saya mempunyai cita – cita ingin mengambil jurusan farmasi.
     Prestasi yang pernah saya raih selama sekolah yaitu ketika di TK saya pernah mendapat penghargaan seperti pada lomba busana daerah, membaca cepat, menulis indah, serta mewarnai. Ketika SD saya mendapat ranking di kelas. Ketika SMP juga mendapat ranking di kelas, dan saya mendapat penghargaan lomba PMR. Ketika SMA saya selalu mendapat ranking 10 besar di kelas.
     Ketika SD saya pernah mengikuti ekskul komputer, karate, dan pramuka. Pada saat di SMP saya mengikuti ekskul drum band dan PMR.
   Menurut teman, saudara maupun keluarga karakter saya yaitu paling tidak suka menunggu karena orangnya selalu tepat waktu, jika berteman tidak membeda -bedakan berteman dengan siapa saja, setia kawan. Saya orangnya pendiam jika belum terlalu kenal dekat tetapi sangat ramah jika sudah kenal dekat. Menurut sahabat saya, saya itu selalu bisa memberi saran serta solusi. Sangat tidak suka jika terlalu dikekang. Saya orangnya moodyan jika lagi tidak semangat malas untuk melakukan apa –apa dan orangnya gampang tersentuh.
    Hobi saya membaca buku cerita dan mendengarkan musik jika ada waktu luang. Sangat suka dengan musik yang beralunan lembut.
   Saya berharap bisa lulus dalam waktu 3,5 tahun dan menjadi manager di perusahaan yang saya miliki sendiri. Saya mempunyai cita-cita ingin mendirikan perusahaan yang menjual obat-obatan. Saya juga memiliki yang lain yaitu dapat bergabung di dunia perbankan. Saya selalu berusaha dengan cara belajar lebih giat lagi serta berdoa kepada Allah semoga semua cita-cita saya dapat tercapai di kemudian hari. Aamiin.

Ilmu Budaya Dasar



MANUSIA DAN CINTA KASIH


1.  Pengertian manusia dan cinta kasih

   Apa itu cinta ? Cinta adalah suatu perasaan ketertarikan pada hatinya yang mendalam   yang diberikan oleh Tuhan pada sepasang manusia untuk saling mencintai, saling memiliki, saling memenuhi, serta saling pengertian. Cinta itu sendiri sama sekali tidak dapat dipaksakan, cinta datang dengan sendirinya berasal dari perasaan yang nyaman ketika bersama orang tersebut, cinta hanya dapat berjalan apabila kedua belah pihak memiliki perasaan yang sama, tidak dapat berjalan apabila hanya satu pihak yang memiliki perasaan . Cinta tidak hanya mementingkan diri sendiri seperti hanya ingin menerima tidak ingin memeberi, karena dalam menjalani suatu hubungan, pasangan kita pasti menginginkan suatu perhatian lebih dan itu hanya bisa di dapat dari pengertian pasangannya.ataupun rasa sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Cinta yang ikhlas itu tidak memandang materi ataupun fisik tetapi dapat mencintai pasangan dengan tulus dan bisa menerima kekurangannya serta dapat saling mengisi kekurangan serta kelebihan pada pasangan tersebut. Cinta tidak memandang usia, dan juga cinta itu bisa datang kapan saja, dimana saja, dan kepada siapa saja. Allah telah menciptakan manusia berpasang-pasangan yang nantinya akan terikat dengan sebuah pernikahan yang dilandaskan dengan cinta.        
               Cinta tidak hanya pada pasangan tetapi juga bisa kepada diri sendiri, ayah, ibu, saudara ataupun Allah SWT. Cinta kepada diri sendiri yaitu menjaga diri sendiri, sehingga kebutuhan jamani dan rohaninya terpenuhi, serta dapat mengembangkan potensi yang ada dalam diri kita. Cinta terhadap sesama manusia (persaudaraan) yaitu manusia diciptakan sebagai makhluk sosial, sehingga saling membutuhkan satu sama lain serta saling membantu. Cinta keibuan  yaitu kasih sayang serta cinta seorang ibu terhadap anaknya sendiri. Cinta kebapakan yaitu kasih sayang serta cinta seorang bapak terhadap anaknya sendiri. Cinta kebapakan yaitu kasih sayang serta cinta seorang bapak terhadap anaknya sendiri. Cinta terhadap Allah SWT yaitu cinta manusia yang ikhlas kepada Allah, dengan mematuhi segala perintahnya serta menjauhi segala larangannya.
     Apa itu kasih? Kasih adalah perasaan sayang, cinta atau menaruh belas kasihan.   Sehingga kata kasih dapat dikatakan lebih memperkuat rasa cinta. Oleh karena itu, cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan. Perbedaan antara cinta dan kasih yaitu : cinta lebih mengandung tentang rasa yang mendalam, sedangkan kasih merupakan pengungkapan untuk mengeluarkan rasa, mengarah pada orang atau yang dicintai.

     Cinta kasih tidak hanya kepada sesama manusia tetapi juga terhadap sesama makhluk hidup seperti contohnya kita menyayangi hewan serta melestarikan tumbuhan. Karena sesama makhluk hidup harus bisa saling mengasihi.

Sumber :

        
2.  Contoh kasus
   Banyak kasus seorang anak yang menyia-nyiakan ibu kandungnya seperti menitipkannya di panti jompo. Mereka tidak mau merawat ibunya dikala usianya yang sudah lanjut dan mereka tidak mau direpotkan dengan mengasuh ibunya sendiri padahal ketika kecil ibunya yang mengasuh dan merawat mereka dan cinta kasih sayang.
   
3.  Solusinya (Problem Solving)
   Orang-orang seperti ini seharusnya diberi pengertian serta perhatian karena mereka dapat melakukan hal tercela seperti menyakiti perasaan ibu kandungnya sendiri tanpa memikirkan perasaan orang yang mereka sakiti hatinya karena mereka sendiri juga tidak mengerti apa itu makna cinta dan kasih sayang terhadap orang tua. Orang – orang seperti ini harus dibimbing serta diberi arahan mengenai makna cinta dan kasih sayang terhadap orang tua.
    Seharusnya orang tua itu dihormati, dihargai, serta dikasihi karena orang tua yang telah merawat dan membesarkan kita. Apalagi ibu yang sudah mengandung kita selama 9 bulan serta melahirkan kita, kita tidak boleh berbuat semena- mena terhadap ibu kandung sendiri. Seharusnya orang tuanya juga dapat lebih mengajarkan agama yang lebih mendalam, karena Allah sangat tidak suka jika seorang anak melawan apalagi menyia – nyaiakan ibu kandungnya sendiri, karena surga berada di telapak kaki ibu, sudah banyak pengorbanan seorang ibu untuk anak kandungnya, tetapi apa balasan yang dilakukan oleh anak kandungnya sendiri.